Rabu, 29 Desember 2010

perkembangan fisik dan psikologis balita

Nama: M. Wira Buntaran
Kelas: 2PA05

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Permasalahan
pada tahapan ini mengenai perkembangan fisik pada balita ini merupakan suatu tahapan yang khusus untuk melihat seberapa jauh balita ini bisa berkembang dengan baik.
B. Tujuan
Tujuan dalam penulisan makalah ini yaitu  menambah pengetahuan dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua.

BAB II
Perkembangan Fisik dan Psikologis Pada Balita
Balita merupakan singkatan dari bawah lima tahun, salah satu periode usia manusia dengan rentang usia dua hingga lima tahun. Ada juga yang menyebut dengan periode usia prasekolah. Pada fase ini, anak berkembang dengan sangat pesat.
Setiap orang tua tentunya menginginkan anaknya menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan kuat. Karenanya, memberikan yang terbaik untuk anak adalah sebuah keniscayaan. Untuk itu orang tua harus memahami tumbuh kembang tubuh dan otak anaknya, terutama pada masa balita.
Pada periode ini, balita memiliki ciri khas perkembangan sebagai berikut :
Perkembangan fisik.
Di awal balita, pertambahan berat badan menurun disebabkan banyaknya energi untuk bergerak.
Perkembangan psikologis
Dari sisi psikomotor, balita mulai terampil dalam pergerakannya (lokomotion), seperti berlari, memanjat, melompat, berguling, berjinjit, menggenggam, melempar yang berguna untuk mengelola keseimbangan tubuh dan mempertahankan rentang atensi.
Pada akhir periode balita kemampuan motorik halus anak juga mulai terlatih seperti meronce, menulis, menggambar, menggunakan gerakan pincer yaitu memegang benda dengan hanya menggunakan jari telunjuk dan ibu jari seperti memegang alat tulis atau mencubit serta memegang sendok dan menyuapkan makanan kemulutnya, mengikat tali sepatu.
Dari sisi kognitif, pemahaman terhadap obyek telah lebih ajeg. Kemampuan bahasa balita bertumbuh dengan pesat. Pada periode awal balita yaitu usia dua tahun kosakata rata-rata balita adalah lebih dari 50 kata, pada usia lima tahun telah menjadi diatas 1000 kosakata. Pada usia tiga tahun balita mulai berbicara dengan kalimat sederhana berisi tiga kata dan mulai mempelajari tata bahasa dari bahasa ibunya.

BAB III
Kesimpulannya:
Pada balita yang mulai belajar berinteraksi dengan lingkungan sosial diluar keluarga, Balita mulai memahami dirinya sebagai individu yang memiliki atribut tertentu seperti nama, jenis kelamin, mulai merasa berbeda dengan orang lain dilingkungannya.

DAFTAR PUSTAKA
Patrick, simon, A. 2004. Human Development. Washington: McGraw-Hill Co.